FALSAFAH ALAM MINANG KABAU
Ungkapan
alam takambang jadi guru sangat akrab di telinga orang minangkabau .
ungkapan itu tidak asing lagi bagi nya. Mulai dari anak-anak sampai
dengan orang dewasa, sangat akrab dengan pernyataan itu, hal itu
memang pantas , karena filsafah ini memang pantas , karena filsafat
hidup orang minangkabau adalah filsafat alam . artinya orang
minagkabau melandaskan pedoman hidupnya kepada alam .
Alam
bagi orang minangkabau bukan sekedar tempat lahir dan tempat hidup.
Alam bagi mereka adalah segala-galanya . alam bagi mereka mempunyai
makna filosofis. Mereka mengungkapkan alam takambang jadi guru. Hal
itu pula lah yang membuat mereka mengukirkan pandangan hidup dalam
pepatah, petitih, dan, mamangan dari bentuk , sifat dan kehidupan
alam.
Ado
matohari, ado bulan, ado bumi, ado bintang
Ado
siang, ado malam, ado pagi ,ado patang
Ado
aia, ado api, ado angina, ado tanah,
Semua
unsur alam ini saling berhubungan , tetapi saling mengikat, saling
berbenturan, tetapi tidak saling melenyapkan , saling mengelompok,
tetapi tidak saling melebur. Unsur itu masing-masing hidup dengan
keberadaannya (eksistensinya dalam suatu keharmonisan , tetapi
dinamis , ia hidup dalam dialektika alam yang dinamakan
bakarano,bakajadian
(basabab,baakibat)
Orang
minang kabau mengungkapkan pandangan hidupnya dengan beribarat .
mereka selalu beranalogi. Alam yang luas dengan segala unsurnya ,
dianalogikan kepada manusia. Alam yang luas dengan segal unsurnya
ada pada diri kita
Keberadaan
unsur alam ditengah-tengah unsur yang lain sama dengan keberadaan
individu mendapatkan tempat sesuai dengan kodratnya
Dari
bentuk sifat dan kehidupan alam itu , orang minangkabau menurunkan
ajarannya, menciptakan filsafatnya, ajaran itu berisi ketentuan
,peraturan dan rambu-rambu kehidupan secara individu dan kehidupan
bermasyarakat. Ajaran itu tertuang di dalam dua bentuk yakni petatah
dan petitih. Petatah dan petitih itu dibuat berdasarkan bentuk,
sifat, dan kehidupan alam. Oleh karena itu alam bukan sekedar
tempat lahir dan tempat hidup bagi orang minang kabau tetapi juga
merupakan filosofi hidupnya
Alam
bagi orang minangkabau mengandung makna yang tiada tara . alam bagi
meraka adalah segala-galanya, mereka menganggap dirinya bagian dari
alam kepada alam mereka menyandarkan kehidupan . dengan alam pula
mereka hidup , karena itu mereka sangat akrab dengan alam
Menurut
orang minagkabau hubungan manusia dengan lama sangat akrab, mereka
beranggapan, manusia adalah bagian dari alam, bahkan ada di antara
mereka yang berpendapat, manusia itu adalah alam itu sendiri. Hal
ini dibuktikannya bahwa unsur –unsur yang ada pada alam luas
(alam makro) ini ada juga pada diri manusia juga ada air, ada api,
ada angin,dan ada tanah.
Mereka
mengungkapkan keindahan itu dengan penuh perasaan .
Elok
ranahnyo minangkabau, rupo karambia tinggi-tinggi, cando pinangnyo
lingguyuran , rupo rumpuiknyo ganti-gantian . gunuang marapi jo
singgalang , tandikek jo gunuang sago, pasaman jo gunuang talang.
Nan bagunuang babukik-bukik, nan bahutan barimbo labek, nan babukik
baguo batu, nan bangarai balurah dalam. Nan badanau aia mangalia, nan
batasik bapayau-payau.
Alam
yang indah itu bukan sekedar dipujanya tetapi juga dimanfaatkannya.
Alam, selain mereka manfaatkan untuk menjadi guru (alam takambang
jadi guru), juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ,
kebutuhan ekonominya
Perhatikan
ungkapan berikut
Sasukek
duo baleh taia, sacupak mangko digantang, nan lunak ditanam baniah ,
nan kareh dibuek ladang , nan bancah palapeh itiak , ganangan
katabek ikan , bukik batu katambang ameh, tambang timbago dan perak,
tambang batu baro dengan minyak, batanam nan bapucuak , mamaliharo
nan banyao
Hubungan
alam dengan manusia adalah hubungan yang kompleks. Hubungan itu
merupakan hubungan yang mengikat dari banyak sisi. Semua sisi
kehidupan manusia
Terkait
dengan alam . di alam mereka hidup , pada alam mereka belajar , dari
alam mereka memperoleh kehidupan.
No comments:
Post a Comment